Minggu, 17 April 2016

tugas metodologi

Baiklah disini saya akan menceritakan hasil pengamatan yang saya lakukan selama beberapa hari mengenai makanan.

Makanan ini merupakan makanan yang biasa ditemui di pinggir jalan, yaitu makanan siap saji yang sering disebut dengan junk food. Saya tahu makanan yang dijual dipinggi jalan itu berbahaya karena mereka tidakmenjaga kebersihan makanan yang mereka jual. Apa lagi dijualnya dipinggir jalan, dimana sering dilewati berbagai macam kendaraan yang membuat jalanan berdebu dan debu itu sendiri membuat makanan tidak higienis. Dan juga pada saat pemprosesan kita tidak tau bagaimana mereka mengolahnya, tapi yang dapat kita lihat sendiri yaitu pada saat merekamenggorengnya.
Makanan yang saya maksud disini adalah bakso goreng. Dimana mereka menggorengnya dengan minyak yang sudah  hitam, bisa jadi itu merupakan minyak sisa kemarin yang sudah dipakai kemudian dipakai lagi untuk menggoreng dihari berikutnya.

Namun bagaimanapun juga banyak masyarakat terutama mahasiswa yang meminati makanan ini, termasuk juga saya ada didalamnya. Selagi saya mengamati saya juga mencoba makanan yang disediakan dipinggir jalan tersebut, untuk mengisi perut yang kosong sehabis pulang kuliah sangat cocok di nikmati terlebih karena di kos belum memasak jadi makanan ini bisa untuk mengganjal perut sebelum memperoleh makanan yang sesuai dan lebih bermanfaat untuk perut.

Yang saya amati disini tidak hanya cara memprosesnya saja tetapi juga kualitas dan kuantitas dari bakso goreng ini. Bakso goreng yang saya coba ini bukan merupakan bakso goreng kecil yang banyak di jual di jalanan. Selain bakso kecil itu saya penasaran unutk mencoba bakso yang ukuran a jumbo. Setelah saya coba ternyata rasa dari bakso ini berbeda dengan ukuran bakso kecil lainnya. Pada bakso ini lebih terasa dagingnya dan ada potongan daun-daun bawang juga daun supnya. Bakso ini lebih enak menurut saya dari bakso-bakso goreng yang pernah saya coba.

Saya terus menikmati bakso ini sehingga mungkin seminggu sekali saya membelinya. Saya termasuk orang yang sering membeli jajanan pinggir jalan seperti itu walaupun saya tahu bahayanya. Tapi sedikit-sedikit saya mencoba untuk menghindari makanan seperti itu terutama ketika saku mulai menipis saya lebih memilih tidak membeli barang-barang yang tidak bermanfaat. Untuk makanan saya lebih sering membeli bahan makanan dan saya masak sendiri di kos itu lebih menghemat uang yang saya miliki ketimbang saya beli makanan yang sekali makan langsung habis.

Dan dari segi kuantitasnya ternyata bakso goreng jumbo ini semakin hari di nikmati saya merasakan perbedaan ukurannya. Dimana dulunya ukuran bakso goreng itu lebih besar dan padat dan rasanya juga lebih enak karena rasa dagingnya sangat terasa. Tapi setelah beberapa hari saya mengamatinya untuk tujuan penelitian ini ukurannya sangat berbeda dari hari-hari sebelumnya. Bakso gorengnya jadi sedikit lebih kecil dan tidak begitu padat, dan juga rasanya hamper sama dengan bakso goreng kecil lainnya, rasa dagingnya sudah tidak ada atau berkurang sama sekali tidak terasa. Dan itu membuat saya kecewa dan membuat selera saya untuk memakannya hilang.

Seharusnya penjual haru menjaga kualitas dan kuantitas dagangannya supaya pembelinya tidak bosan untuk membeli jajanan tersebut. Hal ini sangat berdampak terhadap pembeli yang sangat sensitive terhadap kualitas dan kuantitas suatu makanan, dimana jika rasa dan ukuran makanan tersebut berubah maka pembeli akan bberpikir dua kali untuk kembali membeli makanan tersebut. Dan ini juga faktor penyebab bagi saya untuk menghindari makanan seperti itu.

Hanya ini saja yang dapat saya ceritakan dari hasil pengamatan saya terhadap bakso goreng, selebihnya akan saya ceritakan dilain waktu. Mungkin dengan pengamatan mengenai hal lainnya. Terima Kasih…..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar