Kamis, 19 Mei 2016

Cara Instalasi dan Penggunaan LaTex

LATEX

LaTex adalah sebuah program yang di ciptakan untuk membuat jurnal dengan dimana aplikasi ini penggunaannya tidak seperti word. aplikasi ini di ciptakan dengan kode-kode yang sangat rumit ketika kita melakukan penulisan jurnal, walaupun kode-kode tersebut sedikit rumit dan perlu waktu yang lama untuk mengingat semua kode itu, tapi hasil yang di ciptakannya begitu indah dan terlihat sangat profesional.
selain itu Latex adalah sebuah aplikasi gratis dibawah lisensi GNU, artinya semua kalangan bisa menggunakan aplikasi untuk keperluan masing-masing.

berikut saya akan menjelaskan cara penginstalannya :

langkah pertama adalah dengan mendownload LaTex, setelah Latex di download, buka file nya di download manager.




langkah kedua yang harus kita lakukan adalah start run, kemudian pilih yes, setelah itu datang perintah berikutnya yaitu:
 

setelah timbul gambar ini maka conteng terlebih dahulu kotak kecil di bagian bawah kiri untuk menemukan langkah selanjutnya..
setelah langkah selanjutnya muncul maka tekan Next>..

langkah selanjutnya adalah memilih tempat yang akan di instalasi. 



setelah langkah-demi langkah selesai, sampai aplikasi texmaker itu terbuka dan siap untuk di gunakan, maka sekarang langkah-langkah untuk mengetahui bagaimana kita menggunakan kode-kode tersebut untuk menulis dengan LaTex.

banyak kode yang perlu di gunakan untuk membuat sebuah dokumen, setiap ingin memulai kode haru di mulai dengan perintah backslash (\) baru tuliskan perintah yang ingin di tulis.
jika ingin memulai sebuah dokumen, maka harus ada juga pengakhiran dari dokumen, berikut langkah-langkah jalannya LaTex:

ini merupakan langkah awal pembuatan judul dari jurnal yang akan kita buat, penulisannya harus seperti pada gambar, dan harus megikuti kode-kode tersebut, bagian paling atas harus \documentclass dengan kurung siku pengaturan kertas dan bahasa, dan di buka kembali kurung kurawal dengan tulisan article.


setelah kode tersebut kita tulis, terlebih dahulu di save dokumen tersebut supaya bisa di run k PDF, maka hasilnya adalah:




langkah selanjutnya adalah membuat judul dan subjudul pada jurnal, untuk membuat part, kita harus buat terlebih dahulu maketitle nya, part harus berada di bawah maketitle.



setalah kita run kode-kode tersebut maka hasil dari tulisan dari text editor di pdf sebagai berikut :



kemudian jika kita mau mebuat item-item pada jurnal dengan kode-kode berikut ini


maka hasilnya :



untuk mengubah ukuran huruf beberapa perintah di bawah ini merupakan kodenya



dan hasilnya :

dan untuk membuat tabel beberapa perintah kode sebagai berikut :


maka hasilnya :


untuk lebih jelasnya, di bawah ini ada beberapa kode dan maksud dari kode tersebut atau perintah dari kode tersebut :


\title{..} untuk membuat judul pada jurnal
\author{..} untuk membuat nama pengarang dari jurnal
\paragraph{...}untuk memulai suatu paragraf, kurung kurawal di situ di buat untuk menuliskan kalimat awal atau pokok dari paragraf tersebut.
\textbf {..} untuk menebalkan huruf
\textit{..} untuk memiringkan huruf
\underline {..} untuk menggaris bawahi text
% di gunakan untuk membuat komentar, jika tanda % ingin di masukkan ke jurnal maka tinggal tambahkan \%, maka tanda tersebut akan mucul ke jurnal.
jika textit, text bf dan underline ingin di gunakan secara bersamaan seperti kalimat berikut :
belajar membuat LaTex
maka kode tersebut dibuat secara bersamaan juga : \textbf{\textit{\underline{belajar membuat LaTex}}}.

untuk membuat kalimat baru di bawah paragraf kita bisa gunakan kode :
\\ (doubleslice)
\newline
\linebreak.
jika halaman pada pdf sudah penuh, maka gunakan kode
\newpage untuk membuat halaman baru.

untuk membuat list yang beraturan seperti A. B. C. atau 1. 2. 3 maka gunakan kode \begin{enumerate} jika kita enter maka akan timbul sendiri \end {enumerate} nya. jika ingin membuat item-itemnya tulis di tengah-tengah begin dan end.

untuk membuat list yang tidak beraturan seperti yang tersedia bullet pada word, maka gunakan kode \begin{itemize}, enter maka akan tampil sendiri \end{itemize}.

untuk mengatur margin jika ingin ke tengah (\center). untuk mengatur ke kanan (\flushright). untuk  kekiri (flushleft).

kemudian untuk pembuatan tabel digunakan kode-kode berikut :

\begin{table}[htbp] htbp di disini menunjukkan letak tabel jika kita membuat tabel gunakan salah satu dari huruf tersebut jangan sekalian.
\begin{center} menunjukkan tabel akan di letakkan di posisi tengah.
\begin {tabular}{|c|c|c|c|} huruf c tersebut menandakan tulisan di dalam kolom akan berada di tengah-tengah sel tabel, selain c ada r dan juga l, l untuk tulisan ke kiri, dan r untuk tulisan kekanan.
\hline digunakan untuk membuat garis batas pada di setiap baris tabel.
setelah membuat permulaan (begin) pada perintah di atas maka di bawah sekali akan muncul
\end{tabular}
\\caption {tabel bla bla} misalnya nama tabel tersebut
\end{center}
\end{table}

dan pada posisi paling akhir setelah kita menyelesaikan pembuatan jurnal maka akan ditutup dengan 
\end{document}

hanya sekian yang saya ketahui tentang penggunaan LaTex, sekurang-kurangnya saya mohon maaf karena mungkin lebihnya tidak ada. Terima Kasih.......

Cara Instal Mendeley dan Penggunaannya

Ok etek-uwan-uwan, disini ambo akan menjelaskan apa itu mendeley dan bagaimana cara menginstal dan penggunaannya, penjelasan ini hanya sebatas pengetahuan yang saya milki saja ya,,,
Mendeley desktop itu merupakan suatu software atau aplikasi yang membuat kita mudah dalam menciptakan suatu karya ilmiah seperti tesi,skripsi dan lain sebaginya. Aplikasi ini sangat mudah mudah di temukan Karena merupakan software yang gratis, bisa d download di sini ni http://www.mendeley.com atau bisa juga di cari di tempat pencarian tinggal tulis mendeley maka akan muncul banyak link untuk mendownload aplikasi ini.
Setelah kita temukan aplikasi dan kita download maka di download managernya akan tampil seperti di bawah ini:
Tahap-tahap penginstalannya di mulai dari sinii ya,,,

tahap 1. Setelah kita miliki mendeley yang sudah di download, maka klik open file untuk runningnya, setelah runningnya timbul maka tekan yes.


tahap 2. Kemudian timbullah gambar seperti dibawah ini, lau setelah itu tekan Next ya untuk tahap selanjutnya













Tahap 3. Setelah kita tekan next maka akan timbul langkah berikunya yaitu yang ditunjukkan oleh gambar di bawah ini, setlah itu tekan I Agree.












Tahap 4. Langkah selanjutnya akan muncul gambar dimana kita harus memilih tempat di mana kita akan menyimpan aplikasi ini, stelah lokasinya sudah di tentukan, maka tekan Next.




 

Tahap 5. Maka langkah terakhir adalah penginstalan, tekan install ya selanjutnya untuk memproses.
 
















Tahap 6. Setelah kita install maka inilah tahap pemrosesannya.
 
Tahap 7. setelah pemrosesannya selesai maka tekan Finish untuk menyelesaikan.
 




















Tahap 8. Setelah kita menyelesaikan proses penginstalan, kita tidak bisa langsung menggunakan mendeley dengan word, langkah selanjutnya akan muncul seperti ini

 
   
Tahap 9. Sebelum kita masukkan email maka kita harus registrasi terlebih dahulu, tekan Register  seperti yang terlihat pada gambar di atas yang berada di pojok kiri bawah.
(pastikan saat registrasi kalian tersambung ke internet)

Tahap 10. Pada layar akan muncul seperti ini, kalian tinggal mengisi email saja, jika sudah punya tinggal tuliskan di email address, jika kalian tidak ingin menggunakan e.g.j.smith@harvard.edu sebagai nama email maka ganti dengan nama yang kalian miliki seperti gmail, atau lain sebagainya. Jika sebelumnya kita sudah mendaftar di sini, kita tinggal Sign in saja.


















Tahap 11. Mendeley yang sudah bisa di gunakan akan tampak seperti gambar di bawah ini.













Tahap 12. Untuk mengkolaborasikan word dengan mendeley maka tekan Tools pada bagian atas dari gambar yang berada di sebelah view.











Tahap 13. Setelah selesai di install, maka di word bagian reference akan muncul insert citation yang bersimpol mendeley. 

 





Tahap 14. Jika di word kita akan mengambil author atau title dari jurnal yang sudah ad di mendeley, klik saja insert citation maka akan timbul gambar di bawah ini.
Lalu klik ok.
 





Begitu seterusnya untuk menggunakan mendeley, jadi tinggal ikuti langkah-langkah yang ada di mendeley yang sudah kalian miliki aja untuk pembuatan jurnal dan tugas lain sebagainya..terimakasih…..

Program Studi Perbankan Syariah


Assalamu’alaikum etek-etek, uwan-uwan kasadonyo, bakpo kabar e hari ko ??

hahahaha pasti ada yang paham dan ada yang tidak ngeh, salam sapa saya buat sobat-sobat sekalian yang senantiasa singgah di blog Hera Fatimah ini yang mana blog ini di ciptakan tidak lain tidak bukan adalah untuk berbagi ilmu, dimana tempat ini menyediakan bahan-bahan tugas yang kalian butuhkan, jika tidak banyak paling tidak sedikit kalian mendapatkan sesuatu dari dari blog ini.

Ok, moh kito barangkek…..

post ini saya buat untuk memenuhi kewajiban saya sebagai mahasiswa yaitu mengerjakan tugas yang di berikan oleh dosen saya.

Ok pada part pertama ini saya akan mempromosikan jurusan saya... silahkan bagi yang berminat dan mungkin bisa jadi ingin pindah ke jurusan kami, monggooooo masih banyak lowongan lho sis, bro….

Saya seorang mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Ar-raniry Banda Aceh, dimana dalam sebuah universitas tersebut terdapat berbagai macam fakultas dan jurusan, ada Tarbiyah, Usuluddin, Dakwah, syari’ah, Saintek, Febi dan lain sebagainya. Ada juga fakultas-fakultas baru yang akan di bangun di universitas ini termasuk fakultas kesehatan.

Ouupppss di sini saya bukan ingin mempromosikan semua jurusan kepada sisbro sekalian. Diantara semua jurusan itu salah satunya adalah jurusan kebanggan saya, yaitu FEBI. Kalian bisa menebaknya sendiri kepanjangan dari FEBI itu,, yooo betul bana Febi tukan singkatan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, secara yakan ini universitaskan Islam, jadi fakultas dan jurusannya juga menjurus ke Islam donk, udah pasti, gituuu

Dan di Febi itu sendiri terdapat beberapa jrurusan yang sangat menggiurkan terutama bagi yang berminat ke ekonomi di situ ada beberapa jurusan mengenai ekonomi. Dan yang lebih menarik lagi di Febi ini terdapat jurusan perbankan syariah lho…
Yang kita kenal sekarang rata-rata kalau perbankan itu pasti Diplomat yakan ?? disini, di universitas islam negri ini sudah terdapat program studi perbankan syariah yang S1 sisbro, lebih menarik kan dari pada Diplomat. Memang jurusan ini merupakan jurusan pertama di Aceh dan hanya terdapat di UIN saja, meski baru di buka pada tahun 2014, saya ini merupakan mahasiswa perdananya alias mahasiswa pertama, tapi jurusan ini sudah terbukti terfavorite menyaingi jurusan-jurusan yang lain seperti di Tarbiyah yang terfovoritenya adalah TEN atau bahasa inggris, tapi disini (FEBI) selain DIplomat prodi perbankan syariah lah yang NO.1.

Jurusan ini di minati oleh banyak orang karena banyak alasan sisbro, salah satunya jika kita pilih Diplomat otomatis kita perlu juga untuk memgambil S1,jika kita sudah di S1 maka hanya perlu kuliah mengambil S2 atau S3 saja, tidak perlu membuang uang dan usia lebih banyak. Dan lagi sekarang banyak lowongan pekerjaan mengenai perbankan syariah, karena rata-rata Bank-bank yang ada di Aceh ini sudah banyak yang mengkonversi dari konvensional ke syariah, jadi alumni dari perbakan syariah itu sangat diperlukan, karena mereka sudah mendalami bagaimana prinsip syariah itu di jalankan di perbankan, dan inovasi-inovasi yang lebih menarik lagi bisa di terapkan dari hasil pemikiran jiwa-jiwa muda dari perbankan syariah ini. Tidak hanya berpeluang berkerja di Aceh, bahkan sekarang dunia internasional banyak yang menganut sistem perbankan syariah dimana kita juga perlu untuk mengembangkan potensi yang kita miliki kedunia internasional. Visi dan misi dari fakultas ini jelas, seperti :

Visi :
Unggul dalam pengembangan keilmuan ekonomi dan bisnis berlandaskan nilai-nilai keislaman bertaraf internasional tahun 2030.

Misi :
  • Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran dalam bidang ekonomi dan bisnis berlandaskan nilai-nilai islam yang berwawasan internasional.
  •  Melahirkan intelektual yang yang berkompeten secara teoritis dan praktis dalam bidang ekonomi dan bisnis islam, mempunyai jiwa kewirausahaan, berakhlak mulia dan bertanggung jawab sosial.
  • Mengembangkan tradisi riset dan kreatifitas dalam penelitian ekonomi dan bisnis islam secara multidisipliner ynag bermanfaat bagi dunia dan akhirat (Al Falah).
  • Menyelenggarakan taat letak kelola kelembagaan yang amanah.
  • Menjalin kerja sama dengan stakeholder dalam pengimplementasian  ekonomi dan bisnis islam melalui pendidikan, pelatihan dan pengabdian masyarakat.
  •  Menyelenggarakan tata kelola kelembagaan yang amanah dan professional.
  • Meningkatkan kualitas dosen dalam bidang pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat bertaraf internasional.
  • Meningkatkan sarana prasarana pendidikan yang memadai, mandiri dan berkualitas.

Jadi dari visi dan misi tersebut kita tidak hanya bisa mengayomi dunia perbankan, bahkan kita bisa lebih bebas untuk membangun bisnis kita sendiri, di jurusan ini kita diajarkan bagaimana untuk memiliki bisnis dan mencari peluang untuk bisnis tersebut. Banyak hal menarik yang bisa kita dapat jika kita memilih untuk kuliah di UIN dengan jurusan perbankan syariah S1. Jadi kawen-kawen sekalian tidak perlu ragu untuk mendaftar ke jurusan ini, karena jurusan ini top deh buat para ekonom-ekonom yang ingin punya pekerjaan dan usaha bisnis sendiri yang luar biasa…

Jadi tunggu apa lagi etek-etek, uwan-uwan sekalian yang baru menyelesaikan masa putih abu-abunya, ayoo segera daftarkan diri ke jurusan ini dan ikuti tes selanjutnya untuk penerimaan mahasiswa baru disetiap tahunnya..


Sampai bertemu di FEBI ya etek-etek, uwan-uwan sebagai mitra jurusan dari prodi perbankan syariah

Selasa, 10 Mei 2016

metodologi penelitian mengenai pengemis

Maraknya Pengemis di Aceh
A.    Latar Belakang
Bisa kita lihat sekarang ini jumlah pengemis itu semakin bertambah, mulai dari anak kecil hingga tua bangka sekalipun, tidak hanya yang berasal dari daerah aceh saja, tetapi sekarang juga banyak pengemis yang sengaja datang ke aceh untuk mengemis, atau juga begitu sebaliknya. Faktor yang menjadi penyebab utama bisa jadi karena kondisi ekonomi yang menghimpit seseorang dan memaksa mereka untuk mengemis. Dan kondisi ekonomi yang sulit bisa juga berakibat pada kondisi kejiwaan seseorang, uang itu memang bukan segalanya, tapi segalanya membutuhkan uang, kebahagian terkadang juga di ukur dari jumlah uang yang ia miliki, apa lagi jika sudah berkeluarga uang adalah segalanya karena jika tidak ada uang maka akan timbullah masalah dalam keluarga tersebut, begitulah fenomena yang di akibatkan oleh uang sekarang ini.
Berbagai alasan yang membuat seseorang menjadi pengemis dan tidak bisa meninggalkan pekerjaan tersebut sangat banyak, seperti kondisi ekonomi dan juga keterpaksaan dari pihak lain dan lain sebagainya. Memang pada dasarnya mengemis bukanlah pekerjaan yang sulit dilakukan, banyak cara dan gaya yang bisa kita lihat dari cara seseorang untuk mengemis, bahkan untuk menipu kondisi fisiknya pun itu sudah lazim di kalangan pengemis.
Yang saya lihat sekarang selain orang normal atau kondisi fisiknya sehat saat mengemis, banyak juga dari pengemis itu yang kondisi mentalnya buruk, bisa di katakana agak sedikit gila. Hal ini membuat saya bertanya-tanya apa penyebab dari kondisi tersebut yang membuatnya meminta-minta dalam kondisi mental seperti itu. Apakah karena kondisi keluarga yang tidak harmonis yang disebabkan oleh uang sehingga ia begitu tertekan dan meyebabkan kondisi mentalnya down.
Dan jika kita amati berbagai kondisi itu kadangkala kita takut terhadap orang tersebut, lalu bagaimana ia mendapatkan uang dari seseorang jika dia meminta dengan cara seperti itu otomatis orang tidak akan memberinya uang. Menurut pandangan saya pengemis yang seperti itu bukanlah keinginan atau kebiasaan dia untuk meminta-minta kepada orang lain. Melainkan itu hanyalah insting atau cara dia untuk memenuhi kebutuhan pangannya, berbeda dengan pengemis normal yang meminta-minta setiap hari untuk kebutuhan hidupnya dan itulah pokok pendapatannya sehari-hari, yang pada dasarnya mereka sudah  terbiasa dan tidak mau mencari pekerjaan lain.

B.  Rumusan Masalah
1.      Bagaimanakah pandangan keluarga dari pengemis yang cacat mental tersebut ?
2.      Apa upaya kita sebagai masyarakat dalam menangani kondisi pengemis yang terus berkembang di daerah aceh ini ?

3.      Apakah inflasi berpengaruh terhadap pengemis ?

Selasa, 26 April 2016


Pengamatan mengenai pengemis
Di hari saya mengikuti rapat dengan mahasiswa lain di depan AAC dayan dawood saya menjumpai seorang pengemis yang menghampiri kami ketika kami sedang mengadakan rapat tersebut.
Pengemis itu seorang laki-laki tua yang umurnya sekitar 50-an dengan membawa kertas seperti mirip proposal bisa di bilang seperti itu, menengadahkan kertas tersebut kepada kami tanpa mengucapkan kata-kata atau penjelasan.
Kemudian baju yang dia kenakan waktu itu hanya kemeja lusuh  tidak begitu rapi dan bersih, keadaan fisik dari pengemis itu juga masih normal dan terlihat sehat hanya usia saja sudah tua dan memprihatinkan.
Tapi juga tidak sepatutnya ia selalu meminta-minta disitu setiap kami mengadakan rapat. Dan anehnya cara dia meminta uang juga sedikit memaksa untuk meminta lebih, jika kami yang rapat berjumlah ramai atau ada beberapa orang, dan kami biasanya tidak begitu mempedulikan jika pengemis datang dan meminta-minta. Tetapi pengemis ini jika tidak di beri uang dia tidak akan pergi dan memasang muka marah sambil ngomel-ngomel. Dan juga jika di beri uang seribu rupiah dia juga susah untuk pergi. Jika ada dua orang yang memberikan uang kepadanya barulah ia beranjak dari kami. Dari beberapa pengemis hanya pengemis itu yang menjadi daya tarik untuk saya ceritakan pada blog ini, karena pengemis lain jika tidak di beri uang dan hanya mengatakan maaf mereka langsung pergi tapi pengemis yang satu ini berbeda halnya dengan mereka, dia memaksa orang untuk memberikan uang kepadanya.

Dan juga di hari lainnya ketika saya duduk di kantin saya melihat dua orang nenek-nenek yang sudah lanjut usia mengemis disekitar itu. Nenek yang satunya buta dan yang satunya lagi tidak buta, nenek yang tidak buta ini yang menarik tangan dan mengarahkan jalan kepada si nenek buta pada saat mengemis. Baju mereka sangat lusuh sekali, di usia  mereka seharusnya mereka dirumah mengurus cucu-cucunya tapi mereka berdua mengemis entah itu untuk mencari uang untuk makan entah karena mereka sudah terbiasa dengan meminta-minta. Tapi pengemis yang ini tidak begitu memaksa ketika meminta, mereka hanya lewat dan menegedahkan tangan jika kita menolak dengan sopan dan mengatakan maaf mereka langsung pergi. Tapi dengan usia yang sudah renta begitu membuat orang-orang iba melihatnya.
Seharusnya kita sebagai masyarakat tumbuhkanlah pada diri kita rasa untuk mencari uang dengan cara yang layak, tidak dengan meminta-minta atau suka menerima dari orang lain.
Karena sesungguhnya tangan di atas itu lebih baik dari pada tangan di bawah, yang artinya memberi itu lebih baik daripada menerima. Memberi dalam artian pada orang yang benar-benar membutuhkan uang yang kita hasilkan tersebut, bukan kepada orang yang malas, yang tidak mau bekerja dan sudah terbiasa menerima dari tangan orang lain atau meminta-minta, padahal kondisi fisik sangat memungkinkan untuk memeperoleh pekerjaan yang baik dan layak, dan juga halal.
Dan pengemis di kota ini saya lihat buka karena mereka itu miskin atau kekurangan uang, malah uang mereka lebih banyak dari pada masyarakat pada umumnya yang kalangan rendah dan bukan pengemis, bahkan mereka memberikan lagi uang mereka kepada pengemis yang rata-rata sekarang mereka memilki lebih, baik itu uang maupun gadget canggih-canggih dari pada anda-anda yang memberikan uang kepada mereka.
Mereka pada dasarnya hanya malas untuk bekerja dan terbiasa menerima uang dari orang lain tanpa harus bekerja berat.
Sebagai masayarakat yang peduli akan kelancaran ekonomi, dan ingin beribadah dengan tujuan sadaqah hendaklah jangan mempedulikan pengemis dimanapun anda berada, tahanlah rasa iba anda untuk memberikan uang kepada pengemis supaya anda bisa lebih cermat dalam bersadaqah untuk beribadah dan tidak membiasakan pengemis menerima uang dari anda. Dengan begitu anda sudah melakukan perubahan dan mengurangi jumlah dari pemberi untuk pengemis dan ajarkan itu kepada orang lain supaya jumlah pengemis di daerah kita ini berkurang dan anda bisa lebih cermat dalam memberikan uang untuk sadaqah kepada tempat yang memang benar-benar untuk di sadaqahkan.

Minggu, 17 April 2016

tugas metodologi

Baiklah disini saya akan menceritakan hasil pengamatan yang saya lakukan selama beberapa hari mengenai makanan.

Makanan ini merupakan makanan yang biasa ditemui di pinggir jalan, yaitu makanan siap saji yang sering disebut dengan junk food. Saya tahu makanan yang dijual dipinggi jalan itu berbahaya karena mereka tidakmenjaga kebersihan makanan yang mereka jual. Apa lagi dijualnya dipinggir jalan, dimana sering dilewati berbagai macam kendaraan yang membuat jalanan berdebu dan debu itu sendiri membuat makanan tidak higienis. Dan juga pada saat pemprosesan kita tidak tau bagaimana mereka mengolahnya, tapi yang dapat kita lihat sendiri yaitu pada saat merekamenggorengnya.
Makanan yang saya maksud disini adalah bakso goreng. Dimana mereka menggorengnya dengan minyak yang sudah  hitam, bisa jadi itu merupakan minyak sisa kemarin yang sudah dipakai kemudian dipakai lagi untuk menggoreng dihari berikutnya.

Namun bagaimanapun juga banyak masyarakat terutama mahasiswa yang meminati makanan ini, termasuk juga saya ada didalamnya. Selagi saya mengamati saya juga mencoba makanan yang disediakan dipinggir jalan tersebut, untuk mengisi perut yang kosong sehabis pulang kuliah sangat cocok di nikmati terlebih karena di kos belum memasak jadi makanan ini bisa untuk mengganjal perut sebelum memperoleh makanan yang sesuai dan lebih bermanfaat untuk perut.

Yang saya amati disini tidak hanya cara memprosesnya saja tetapi juga kualitas dan kuantitas dari bakso goreng ini. Bakso goreng yang saya coba ini bukan merupakan bakso goreng kecil yang banyak di jual di jalanan. Selain bakso kecil itu saya penasaran unutk mencoba bakso yang ukuran a jumbo. Setelah saya coba ternyata rasa dari bakso ini berbeda dengan ukuran bakso kecil lainnya. Pada bakso ini lebih terasa dagingnya dan ada potongan daun-daun bawang juga daun supnya. Bakso ini lebih enak menurut saya dari bakso-bakso goreng yang pernah saya coba.

Saya terus menikmati bakso ini sehingga mungkin seminggu sekali saya membelinya. Saya termasuk orang yang sering membeli jajanan pinggir jalan seperti itu walaupun saya tahu bahayanya. Tapi sedikit-sedikit saya mencoba untuk menghindari makanan seperti itu terutama ketika saku mulai menipis saya lebih memilih tidak membeli barang-barang yang tidak bermanfaat. Untuk makanan saya lebih sering membeli bahan makanan dan saya masak sendiri di kos itu lebih menghemat uang yang saya miliki ketimbang saya beli makanan yang sekali makan langsung habis.

Dan dari segi kuantitasnya ternyata bakso goreng jumbo ini semakin hari di nikmati saya merasakan perbedaan ukurannya. Dimana dulunya ukuran bakso goreng itu lebih besar dan padat dan rasanya juga lebih enak karena rasa dagingnya sangat terasa. Tapi setelah beberapa hari saya mengamatinya untuk tujuan penelitian ini ukurannya sangat berbeda dari hari-hari sebelumnya. Bakso gorengnya jadi sedikit lebih kecil dan tidak begitu padat, dan juga rasanya hamper sama dengan bakso goreng kecil lainnya, rasa dagingnya sudah tidak ada atau berkurang sama sekali tidak terasa. Dan itu membuat saya kecewa dan membuat selera saya untuk memakannya hilang.

Seharusnya penjual haru menjaga kualitas dan kuantitas dagangannya supaya pembelinya tidak bosan untuk membeli jajanan tersebut. Hal ini sangat berdampak terhadap pembeli yang sangat sensitive terhadap kualitas dan kuantitas suatu makanan, dimana jika rasa dan ukuran makanan tersebut berubah maka pembeli akan bberpikir dua kali untuk kembali membeli makanan tersebut. Dan ini juga faktor penyebab bagi saya untuk menghindari makanan seperti itu.

Hanya ini saja yang dapat saya ceritakan dari hasil pengamatan saya terhadap bakso goreng, selebihnya akan saya ceritakan dilain waktu. Mungkin dengan pengamatan mengenai hal lainnya. Terima Kasih…..


tugas metodologi

Baiklah disini saya akan menceritakan hasil pengamatan yang saya lakukan selama beberapa hari mengenai makanan.

Makanan ini merupakan makanan yang biasa ditemui di pinggir jalan, yaitu makanan siap saji yang sering disebut dengan junk food. Saya tahu makanan yang dijual dipinggi jalan itu berbahaya karena mereka tidakmenjaga kebersihan makanan yang mereka jual. Apa lagi dijualnya dipinggir jalan, dimana sering dilewati berbagai macam kendaraan yang membuat jalanan berdebu dan debu itu sendiri membuat makanan tidak higienis. Dan juga pada saat pemprosesan kita tidak tau bagaimana mereka mengolahnya, tapi yang dapat kita lihat sendiri yaitu pada saat merekamenggorengnya.
Makanan yang saya maksud disini adalah bakso goreng. Dimana mereka menggorengnya dengan minyak yang sudah  hitam, bisa jadi itu merupakan minyak sisa kemarin yang sudah dipakai kemudian dipakai lagi untuk menggoreng dihari berikutnya.

Namun bagaimanapun juga banyak masyarakat terutama mahasiswa yang meminati makanan ini, termasuk juga saya ada didalamnya. Selagi saya mengamati saya juga mencoba makanan yang disediakan dipinggir jalan tersebut, untuk mengisi perut yang kosong sehabis pulang kuliah sangat cocok di nikmati terlebih karena di kos belum memasak jadi makanan ini bisa untuk mengganjal perut sebelum memperoleh makanan yang sesuai dan lebih bermanfaat untuk perut.

Yang saya amati disini tidak hanya cara memprosesnya saja tetapi juga kualitas dan kuantitas dari bakso goreng ini. Bakso goreng yang saya coba ini bukan merupakan bakso goreng kecil yang banyak di jual di jalanan. Selain bakso kecil itu saya penasaran unutk mencoba bakso yang ukuran a jumbo. Setelah saya coba ternyata rasa dari bakso ini berbeda dengan ukuran bakso kecil lainnya. Pada bakso ini lebih terasa dagingnya dan ada potongan daun-daun bawang juga daun supnya. Bakso ini lebih enak menurut saya dari bakso-bakso goreng yang pernah saya coba.

Saya terus menikmati bakso ini sehingga mungkin seminggu sekali saya membelinya. Saya termasuk orang yang sering membeli jajanan pinggir jalan seperti itu walaupun saya tahu bahayanya. Tapi sedikit-sedikit saya mencoba untuk menghindari makanan seperti itu terutama ketika saku mulai menipis saya lebih memilih tidak membeli barang-barang yang tidak bermanfaat. Untuk makanan saya lebih sering membeli bahan makanan dan saya masak sendiri di kos itu lebih menghemat uang yang saya miliki ketimbang saya beli makanan yang sekali makan langsung habis.

Dan dari segi kuantitasnya ternyata bakso goreng jumbo ini semakin hari di nikmati saya merasakan perbedaan ukurannya. Dimana dulunya ukuran bakso goreng itu lebih besar dan padat dan rasanya juga lebih enak karena rasa dagingnya sangat terasa. Tapi setelah beberapa hari saya mengamatinya untuk tujuan penelitian ini ukurannya sangat berbeda dari hari-hari sebelumnya. Bakso gorengnya jadi sedikit lebih kecil dan tidak begitu padat, dan juga rasanya hamper sama dengan bakso goreng kecil lainnya, rasa dagingnya sudah tidak ada atau berkurang sama sekali tidak terasa. Dan itu membuat saya kecewa dan membuat selera saya untuk memakannya hilang.

Seharusnya penjual haru menjaga kualitas dan kuantitas dagangannya supaya pembelinya tidak bosan untuk membeli jajanan tersebut. Hal ini sangat berdampak terhadap pembeli yang sangat sensitive terhadap kualitas dan kuantitas suatu makanan, dimana jika rasa dan ukuran makanan tersebut berubah maka pembeli akan bberpikir dua kali untuk kembali membeli makanan tersebut. Dan ini juga faktor penyebab bagi saya untuk menghindari makanan seperti itu.

Hanya ini saja yang dapat saya ceritakan dari hasil pengamatan saya terhadap bakso goreng, selebihnya akan saya ceritakan dilain waktu. Mungkin dengan pengamatan mengenai hal lainnya. Terima Kasih…..