Maraknya Pengemis di Aceh
A.
Latar
Belakang
Bisa kita lihat sekarang ini jumlah pengemis itu semakin bertambah,
mulai dari anak kecil hingga tua bangka sekalipun, tidak hanya yang berasal
dari daerah aceh saja, tetapi sekarang juga banyak pengemis yang sengaja datang
ke aceh untuk mengemis, atau juga begitu sebaliknya. Faktor yang menjadi
penyebab utama bisa jadi karena kondisi ekonomi yang menghimpit seseorang dan
memaksa mereka untuk mengemis. Dan kondisi ekonomi yang sulit bisa juga
berakibat pada kondisi kejiwaan seseorang, uang itu memang bukan segalanya,
tapi segalanya membutuhkan uang, kebahagian terkadang juga di ukur dari jumlah
uang yang ia miliki, apa lagi jika sudah berkeluarga uang adalah segalanya
karena jika tidak ada uang maka akan timbullah masalah dalam keluarga tersebut,
begitulah fenomena yang di akibatkan oleh uang sekarang ini.
Berbagai alasan yang membuat seseorang menjadi pengemis dan tidak
bisa meninggalkan pekerjaan tersebut sangat banyak, seperti kondisi ekonomi dan
juga keterpaksaan dari pihak lain dan lain sebagainya. Memang pada dasarnya
mengemis bukanlah pekerjaan yang sulit dilakukan, banyak cara dan gaya yang bisa kita lihat
dari cara seseorang untuk mengemis, bahkan untuk menipu kondisi fisiknya pun
itu sudah lazim di kalangan pengemis.
Yang saya lihat sekarang selain orang normal atau kondisi fisiknya
sehat saat mengemis, banyak juga dari pengemis itu yang kondisi mentalnya
buruk, bisa di katakana agak sedikit gila. Hal ini membuat saya bertanya-tanya
apa penyebab dari kondisi tersebut yang membuatnya meminta-minta dalam kondisi
mental seperti itu. Apakah karena kondisi keluarga yang tidak harmonis yang
disebabkan oleh uang sehingga ia begitu tertekan dan meyebabkan kondisi
mentalnya down.
Dan jika kita amati berbagai kondisi itu kadangkala kita takut
terhadap orang tersebut, lalu bagaimana ia mendapatkan uang dari seseorang jika
dia meminta dengan cara seperti itu otomatis orang tidak akan memberinya uang.
Menurut pandangan saya pengemis yang seperti itu bukanlah keinginan atau
kebiasaan dia untuk meminta-minta kepada orang lain. Melainkan itu hanyalah
insting atau cara dia untuk memenuhi kebutuhan pangannya, berbeda dengan
pengemis normal yang meminta-minta setiap hari untuk kebutuhan hidupnya dan
itulah pokok pendapatannya sehari-hari, yang pada dasarnya mereka sudah terbiasa dan tidak mau mencari pekerjaan
lain.
B. Rumusan Masalah
1.
Bagaimanakah
pandangan keluarga dari pengemis yang cacat mental tersebut ?
2.
Apa
upaya kita sebagai masyarakat dalam menangani kondisi pengemis yang terus
berkembang di daerah aceh ini ?
3.
Apakah
inflasi berpengaruh terhadap pengemis ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar