Selasa, 10 Mei 2016

metodologi penelitian mengenai pengemis

Maraknya Pengemis di Aceh
A.    Latar Belakang
Bisa kita lihat sekarang ini jumlah pengemis itu semakin bertambah, mulai dari anak kecil hingga tua bangka sekalipun, tidak hanya yang berasal dari daerah aceh saja, tetapi sekarang juga banyak pengemis yang sengaja datang ke aceh untuk mengemis, atau juga begitu sebaliknya. Faktor yang menjadi penyebab utama bisa jadi karena kondisi ekonomi yang menghimpit seseorang dan memaksa mereka untuk mengemis. Dan kondisi ekonomi yang sulit bisa juga berakibat pada kondisi kejiwaan seseorang, uang itu memang bukan segalanya, tapi segalanya membutuhkan uang, kebahagian terkadang juga di ukur dari jumlah uang yang ia miliki, apa lagi jika sudah berkeluarga uang adalah segalanya karena jika tidak ada uang maka akan timbullah masalah dalam keluarga tersebut, begitulah fenomena yang di akibatkan oleh uang sekarang ini.
Berbagai alasan yang membuat seseorang menjadi pengemis dan tidak bisa meninggalkan pekerjaan tersebut sangat banyak, seperti kondisi ekonomi dan juga keterpaksaan dari pihak lain dan lain sebagainya. Memang pada dasarnya mengemis bukanlah pekerjaan yang sulit dilakukan, banyak cara dan gaya yang bisa kita lihat dari cara seseorang untuk mengemis, bahkan untuk menipu kondisi fisiknya pun itu sudah lazim di kalangan pengemis.
Yang saya lihat sekarang selain orang normal atau kondisi fisiknya sehat saat mengemis, banyak juga dari pengemis itu yang kondisi mentalnya buruk, bisa di katakana agak sedikit gila. Hal ini membuat saya bertanya-tanya apa penyebab dari kondisi tersebut yang membuatnya meminta-minta dalam kondisi mental seperti itu. Apakah karena kondisi keluarga yang tidak harmonis yang disebabkan oleh uang sehingga ia begitu tertekan dan meyebabkan kondisi mentalnya down.
Dan jika kita amati berbagai kondisi itu kadangkala kita takut terhadap orang tersebut, lalu bagaimana ia mendapatkan uang dari seseorang jika dia meminta dengan cara seperti itu otomatis orang tidak akan memberinya uang. Menurut pandangan saya pengemis yang seperti itu bukanlah keinginan atau kebiasaan dia untuk meminta-minta kepada orang lain. Melainkan itu hanyalah insting atau cara dia untuk memenuhi kebutuhan pangannya, berbeda dengan pengemis normal yang meminta-minta setiap hari untuk kebutuhan hidupnya dan itulah pokok pendapatannya sehari-hari, yang pada dasarnya mereka sudah  terbiasa dan tidak mau mencari pekerjaan lain.

B.  Rumusan Masalah
1.      Bagaimanakah pandangan keluarga dari pengemis yang cacat mental tersebut ?
2.      Apa upaya kita sebagai masyarakat dalam menangani kondisi pengemis yang terus berkembang di daerah aceh ini ?

3.      Apakah inflasi berpengaruh terhadap pengemis ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar